Sabtu, 23 September 2017

Pelangi jiwa


Terkadang aku bertanya
Kenapa harus dia?
Kenapa dia?
Kenapa dia datang?
Bagai mentari yang menyinari jiwa...
Bagai gemintang yang menghiasi langit hati
Bagai hujan yang membasahi tandusnya hati
Bagai cahaya beraroma Ilahi...
Ketika hati ini gelap dengan gulitanya...
Ketika hati ini kosong
Ketika hati ini gersang tak terjamah walau setitis embun
Ketika ku tutup rapat dan mengunci dengan pasti
Kenapa dia harus menjadi kunci pembukanya
Ketika harapan ku tutup
Kenapa dia membukanya
Siapa yang harus disalahkan?
Waktukah?
Atau memang waktu selalu salah
Ketika warna hati telah luntur oleh lumpur
Kenapa dia memberi warna baru
Ketika yang tersisa hanya serpihan kaca
Kenapa dia harus menjadi pengganti
Ketika tiada alasanku untuk tersenyum
Kenapa pandangannya membuat rekahan senyumku kembali
Sekarang, tak tahu apa yang terjadi
Hati ini...
Bagaikan taman bunga yang memusim semi
Bunga-bunga bermekaran kupu-kupu berterbangan
Cahaya itu menerangi langit hati menghiasi dengan pelangi

Harum semerbak beraroma Ilahi...

2 komentar: